Foto Pelatihan Gelombang 1
Foto Pelatihan Gelombang 2
Foto Pelatihan Gelombang 3
Foto Pelatihan Gelombang 4
Foto Pelatihan Gelombang 6
Foto Pelatihan Gelombang 7
Kuesioner Gelombang 1
Kuesioner Gelombang 2
Kuesioner Gelombang 3
Kuesioner Gelombang 5
Kuesioner Gelombang 6
Kuesioner Gelombang 7

Salam hangat dari e-BROADCASTING INSTITUTE
Dengan tujuan untuk menjadi yang terbaik dalam menyelenggarakan program-program Inovasi, Riset, Pendidikan dan Pelatihan Khususnya Bidang Teknologi Penyiaran & Bidang Penyiaran Pada Umumnya, yang berkualitas dan memenuhi kebutuhan para eksekutif dan profesional di bidang Radio Broadcasting, e-BROADCASTING INSTITUTE mempunyai program-program yang sesuai dengan kebutuhan pasar terkini.
“Apakah mendengarkan radio siaran harus menggunakan radio ?”,
Pertanyaan ini tidak perlu dijawab, pada era tahun 1990-an, tetapi untuk saat ini pertanyaan ini justru sangat menggoda. Kenapa begitu… ?
Teknologi digital dan internet yang semakin marak telah men-drive penghuni planet ini untuk mencoba life style baru di dunia maya. Ditambah majunya riset teknologi informasi, komunikasi dan media di Amerika-Eropa serta murahnya fabrikasi manufaktur dan elektronik di Asia Timur secara tidak langsung telah bersinergi menghasilkan barang murah berteknologi tinggi.
Dunia telah tersihir oleh munculnya Micosoft yang menyediakan operating system yang bersifat grafis, sehingga orang tidak perlu menghafal syntax sebuah command, tinggal meng-klik icon saja, Google telah menyediakan milliaran informasi yang dapat menjawab hampir seluruh pertanyaan, Facebook telah berjasa menjalinkan silaturahmi pertemanan bagi seluruh penduduk bumi.
Bagaimana kondisi industri radio siaran saat ini ?
Dewasa ini industri siaran radio sedang menurun, bahkan tidak sedikit radio di negeri ini dihimpit oleh beban biaya operasional. Kenapa demikian? Situasi telah berubah, mobilitas orang sangat tinggi, bahkan sangat jauh melewati boundary jangkauan frekuensi radio, sehingga “radionya” tidak dapat menjangkau pendengar setianya. Sisi lain kesibukan yang tinggi menyebabkan orang tidak sempat mendengarkan siaran kesayangannya pada jam on-airnya. Ditambah maraknya TV swasta yang menyajikan siaran yang sangat bervariasi.
Kondisi ini yang menyebabkan bisnis di industri radio menjadi terus menurun, bahkan di Indonesia saat ini, Advertising Expenditure untuk Radio (RADEX) hanya mencapai 1,3% dari total Advertising Expenditure (ADEX).
Apabila belanja iklan di media atau Advertising Index (ADEX) pada tahun 1983 kurang dari Rp 200 Milyar (PRSNI), maka pada tahun 2009 diperkirakan telah mencapai lebih dari Rp 48,5 Trilyun (AC Nielsen). Pemakai internet yang pada tahun 2004 masih kurang dari 5 juta, tahun 2009 telah mencapai lebih dari 30 juta dan pada tahun 2014 diperkirakan diatas 70 juta (Sharing Vision). Pemakai mobile phone yang pada tahun 2004 hanya kurang dari 35 juta, tahun 2009 telah mencapai lebih dari 135 juta, dan tumbuh terus hingga diperkirakan pada tahun 2014 akan lebih dari 205 juta (Sharing Vision).
Dampak dari krisis ekonomi global yang baru lalu, Arbitron (ARB) sebuah perusahaan riset di Amerika Serikat menyatakan bahwa bisnis radio akan terus menurun, dan baru akan tumbuh positif di tahun 2012. Pertumbuhan industri radio ini akan banyak ditopang oleh perkembangan teknologi dan life style internet dunia, jumlah pengakses internet radio dan podcast di Amerika tumbuh pesat secara eksponensial, pada saat ini industri siaran radio Global & di US dapat mempertahankan RADEX pada kisaran 7,8% dan 13% ADEX.
Bagaiman radio siaran harus mengarungi/berselancar diatas arus gelombang perubahan besar yang tak terelakkan?
Berangkat dari hal tersebut diatas, e-Broadcasting Institute (eBI) sebagai lembaga yang bergerak di bidang pengembangan penyiaran dan teknologi, menghadirkan suatu inovasi dalam bidang penyiaran yang menjawab perubahan dan tantangan lingkungan aktual guna menangkap peluang masa depan industri radio siaran yang diprediksikan sangat cerah. eBI menargetkan peningkatan pendapatan radio menjadi 6 kali dalam 5 tahun kedepan (7,8% atau setara dengan rasio belanja iklan radio Global).
eBI menyediakan teknologi, layanan, dan inovasi bisnis bagi radio yang memanfaatkan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi terkini dalam seluruh aspek operasionalnya diantaranya dalam perencanaan dan pelaksanaan program acara siaran [on-Air], pengelolaan iklan (taffic), pengelolaan sumber daya radio, dll. Serta menyiapkan layanan transformasi bagi radio siaran sehingga siarannya dapat dinikmati pendengar baik secara analog (AM/FM), digital (DAB), Internet (live streaming dan podcasting) via media lama dan baru yaitu AM/FM Receiver, DAB Receiver, internet, mobile, dan social media.
Jika pada era radio analog (AM/FM) radio broadcaster harus mengurus semuanya: Broadcaster berpola Content-Transmitter-StasiunRelay, dengan menggunakan Inovasi Radio Broadcasting 2.0, di era koeksistensi dan konvergensi analog-digital-internet-mobile radio harus fokus sebagai Content Provider dan lebih banyak berkreasi dan berinovasi dari sisi konten/materi siaran, sedangkan yang berkaitan dengan transmisi (radio digital dan internet) bergeser dan diserahkan kepada pihak lain yang lebih berkompeten (network operator).
Sebagai wujud komitmen e-BROADCASTING INSTITUTE dalam program inovasi, riset, pendidikan dan pelatihan, maka dengan bangga kami mengundang anda dan jajaran profesional dari stasiun radio anda, ikut serta dalam program Pelatihan Radio Broadcasting 2.0.
Program ini memberikan dasar dari pengetahuan dan kemampuan dalam mengelola stasiun radio siaran menjadi lebih baik dan lebih profesional. Dalam waktu tiga hari, para peserta akan memahami tren perkembangan stasiun radio di dunia, mempelajari bagaimana mengelola program siaran dengan baik, teknologi terkini di radio broadcasting, dan peluang dan cara meningkatkan bisnis dengan hasil yang sangat luar biasa di radio broadcasting.
Dengan mengikuti program ini, dapat mengetahui manfaat implementasi Radio Broadcasting 2.0 antara lain sebagai berikut:
- Bagi Stasiun Radio:
- Dapat meningkatkan profesionalisme stasiun radio
- Radio lebih fokus pada kegiatan inovasi & kreatifitas siaran
- Dapat meningkatkan pendapatan & kesejahteraan
- Jangkauan Siaran (Area of Dominant Influence-ADI) Lokal menjadi ADI Global
- Bagi Pemilik / Investor:
- Memudahkan kontrol manajemen / operasional
- Meningkatkan keuntungan
- Bagi Pendengar:
- Mendapatkan program siaran (live & on demand) yang berkualitas
- Akses Siaran yang mudah: melalui radio, internet, HP, facebook, dll
- Lifestyle baru yang lebih cerdas & menarik
- Bagi Pemasang Iklan:
- Meningkatkan kepercayaan pemasang iklan
- Meningkatkan belanja iklan
Program ini wajib diikuti bagi mereka yang ingin meningkatkan dan mengembangkan kompetensi dalam bidang radio broadcasting.
Kami percaya program yang kami tawarkan ini akan memberikan nilai tambah serta dampak yang positif, baik untuk diri sendiri maupun bagi Stasiun Radio anda.
Untuk Informasi lebih lanjut, Bapak/Ibu dapat menghubungi Sdr. Ana supriatna pada nomor telepon 022 – 2531972, nomor handphone 08122001045 atau melalui e-mail ke anasupriatna@yahoo.com.
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.
Biaya Program:
Rp 2.250.000,-
(#Dua juta dua ratus lima puluh ribu rupiah#)
Biaya tersebut untuk:
- Biaya pelatihan untuk 2 (Dua) orang selama 3 (Tiga) hari, yang terdiri atas:
- 1 (Satu) orang Program Director atau yang setara,
- 1 (Satu) orang Crew radio yang paling menguasai TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
- Biaya penginapan 1 (Satu) kamar untuk 2 orang selama 2 malam, sudah termasuk sarapan pagi
- Biaya makan siang selama pelatihan
Materi Pelatihan :
- Hari I : Pengenalan Konsep & Melihat Praktek Faktual di Statsiun Radio
- Hari II : Pelatihan Penggunaan Aplikasi
- Hari III : Instalasi (On Air, Logger, Streaming) & Troubleshooting































































